Skip to main content

Racun Hati

sepertinya racun ini sudah begitu parah menjalar pada setiap sendi,
menelisik tak tentu arah pada celah-celah sempit ronga yang kosong tak terisi,
aku takut racun ini masuk dala rongga hati yang suci,
yang menembus sifat kehambaanku.

aku sebenarnya sudah menyadari racun ini lama bersemayam dalam tubuhku,
tapi sepertinya aku tak mau menyadari,
atau lebih tepatnya tak mau sadar kalau aku sedang diserangnya,
sekarang saat aku tersadar, dan mau menyadari,
seperti sudah menyatu dengan darah,
tak hanya darah,
saat aku menangis, racun itu keluar juga bersama air mataku,
aku tak tahu,
apakah ia juga bisa menyerang dan merusak sendi-sendi?
atau bahkan merasuk tulang dan menghabiskan sum-sumnya?
tapi racun ini benar-benar-benar menyiksaku..

racun yang seperti candu ini membiarkanku sedikit senang,
lalu setelah itu membiarkanku meratapi seribu penyesalan,
tidak,
tidak hanya seribu, tapi berjuta-juta.

aku tak ingat lagi kapan racun ini mulai masuk dalam tubuhku,
menelusup dan mulai bercampur dengan darahku.
dia mulai ekstrem,
dia mulai kurang ajar dan tak lagi ma patuh seperti dulu,
dia seperti ular yang licik,
dia seperti sengkuni yang bisa menimbulkan perang saudara baratayudha.
sepertinya memang butuh hal yang ekstrem juga untuk menghilanginya,
aku tak mau,
sampai aku mati,
racun ini masih melekat dalam diriku,
apalagi menjadi darah dagingku,
na'udzubillah..

aku harus nekat,
karena aku masih sangat butuh ilmu.
aku masih butuh segala upaya mendekatkan diri pada Sang Kuasa,
racun ini haru benar-benar sirna..
dari dalam diriku..

Tuhan,
jikalau benar apa yang aku katakan ini,
mohon bimbing hamba dan berilah kekuatan pada hamba untuk sesegera mungkin mengangkat racun ini..
laa khaulaa wa laa quwwata illa billahi al-'alyyi al-'adzim..

Comments

  1. Masih Bingung Bossku Cari BO Poker Yang Aman & Terpercaya ???
    Ingin Kemenangan langsung dibayar secepat kilat , Tanpa Ribet ?
    JACKPOT langsung dibayar secepat kilat
    Ayo Langsung saja Yuk Gabung d website kami

    Dengan Server IDNPLAY Situs Taruhan Judi poker RECOMMENDED Banget Nii Guys ^_^ !!!
    Paling Aman & Terpercaya Di Indonesia
    MEJAONLINE*.INFO (BINTANG NYA DI HAPUS ^_^ )

    Daftar & Gabung Bersama Kami Sekarang Juga di MEJAONLINE
    Dapatkan Promo Bonus Dari Kami :
    1. BONUS DEPOSIT NEW MEMBER UP TO Rp. 50,000
    2. BONUS ROLLINGAN 0.4 % SETIAP HARI SENIN
    3. BONUS REFFERAL 20 % SETIAP HARI KAMIS

    Tunggu apalagi boss? AYO DAFTARKAN DIRI ANDA SEKARANG !
    Link Resmi :
    MEJAONLINE*.INFO (BINTANG NYA DI HAPUS ^_^ )

    ^_^ DI TUNGGU KEHADIRANNYA ^_^
    📲 WA : +85516798223

    Poker Online Tercepat
    Poker Online Terbaik
    Ceme Online
    Domino QQ
    Poker Online Indonesia

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Ketua Angkatan Namanya

Jika kau pernah kuliah atau sekarang sedang kuliah, pasti kau tahu jabatan yang diberi nama “ketua angkatan” ini. memang sih jabatan ini tak setenar ketua BEM, Ketua DPM, atau Ketua lembaga lainnya. Jabatan ini hanya jabatan kultural yang tugas dan wewenangnya tidak tertulis dimanapun, tidak di AD/ART, Preambul, atau undang-undang IKM. akan tetapi jabatan ini akan sangat penting ketika sebuah angkatan mengadakan acara yang tidak punya panitia, atau ketika ada permasalahan yang terjadi. Jabatan yang tidak punya tugas dan wewenang secara tertulis ini menurut saya hanya sebatas abdi, kawulo yang bertugas melayani orang-orang diangkatannya. namanya juga jabatan kultural, ya nggak pernahlah disuruh ngasih sambutan atau tanda tangan seperti ketua lembaga. Tapi jika kita menengok tugas yang di emban oleh mereka yang tidak tertulis itu sangat berat (bagi yang mau mikir). Ya nggak berat gimana, ketua angkatan bertanggung jawab atas angkatannya, jika ada tugas angkatan dia, jika ada permasalah...

Demi Indonesia! : sebuah renungan

Desiran angin berusaha menghempas tubuh yang bagai kerangka berjalan ini, ia memang mampu mnggoyangkan rumput dan menerbangkan sampah yang ada, tapi tidak untuk tubuh ini, mungkin hanya baju yang menempel pada tubuh ini yang agak berkibas. Aku terus berjalan menyusuri jalan setapak menuju halte bis kuning yang berjarak sekitar 200 meter. Ya, seperti biasa hari ini aku pergi ke kampus untuk melanjutkan kewajibanku belajar.Tak perlu waktu lama untuk langkah kaki ini membawaku sampai ke halte. Aku duduk disamping anak kecil penjual koran, mungkin sudah menjadi pemandangan yang biasa diantara kita duduk anak kecil lusuh penjual koran atau tisu. Akan tetapi entah kenapa aku merasakan suatu hal yang berbeda sekarang ketika menatapnya, bayanganku kembali ke satu minggu yang lalu, ke sebuah acara besar yang digagas oleh BEM MIPA UI yaitu MUN (Mipa Untuk Negeri ) 2012, dan salah satu acaranya adalah KIMI ( konfernsi Ilmuwan Muda Indonesia) yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai pe...

Bayang Malam

Bayang malam mulai menghakimiku, Ia merasuk dalam setiap jengkal gelap yang ditemukan, Entah dalam pendaran cahaya bintang, Hingga bilik-bilik hati yang kerontang. Aku menanjak dan melihat beringasnya, Mencengkram setiap lentera yang ada disudut-sudut nadi, Mencoba mencari jalan ke kerongkongan, unuk keluar sebagai hembusan, tidak, sebagai semburan api amarahnya, Namun, limbung raga tak mampu goyahkan jiwa, Ia masih tetap menari bersama nurani, berdansa mesra, Mengikuti melodi-melodi permai yang dari tadi terdendang, Manis, Di pojok taman yang yang tak terekam bayang. Aku tetap masih berdiri, bersiap menulis lagi pada kehidupan yang putih, seperti sikap lembar putih tadi pagi, ia tetap putih, bersih, sebersih daun yang terbasuh embun pagi..