Skip to main content

Mari Berkenalan dengan Hati Kita

Bagiku, cuaca pagi selalu bergantung pada suasana hati, karena tak ada masalah hujan jika suasana hati masih semangat. tapi, secerah apapun pagi, kalau susana hati sudah tidak bagus, maka untuk bangun, melihat kedatangan mentari dan merasakan kehangatnnya saja akan sangat susah dan berat. memang, organ tubuh yang satu ini sangat berpengaruh besar pada kehidupan pemiliknya.

Hati, sebuah gumpalan darah yang secara biologi kalau nggak salah itu sebagai tempat penawar racun dalam tubuh kita. Walaupun hanya segumpal darah dari segempal badan manusia, tapi kalau tidak ada hati mungkin kita sudah lama keracunan. Ya itu kalau secara biologi, kalau secara ruhiyah, hati itu pusat dari segala bentuk kebaikan dan keburukan yang kita lakukan, tempat dimana niat tertancapkan dan terucapkan. Jadi kalau ibarat rumah, hati itu tempat membuat pondasinya, dan perbuatan itu bangunannya. sampai-sampai tokoh paling agung dalam agama islam, yaitu Nabi Muhammad SAW bersabda kurang lebih begini " baik buruknya manusia itu ditentukan oleh segumpal darah yang bernama hati, jika baik hatinya, maka baik pula tingkah laku orang itu, dan jika hatinya buruk, buruk pula tingkah lakunya.". Dari hadist itu jelas bahwa betapa menentukannya hati dalam kehidupan. ilustrasi tentang cuaca pagi itu salah satu contoh kecilnya. dari situ hati menggerakkan apa yang ingin kita lakukan.

Berbicara masalah hati, seorang ahli tassawuf pernah mengatakan kurang lebih begini " Tanpa ada niat didalamnya, hati itu sebenarnya tidak berarti apa-apa, dia hanya segumpal darah.". hm, jadi sedikit mengerutkan dahi nih, sebenarnya yang hebat itu hati atau niat yang ada dalam hati ya? coba kita bertanya pada diri kita masing-masing.  Tapi kalau menurutku, hati dengan niatlah yang hebat itu, hehehe, cari aman banget ya jawabannya? tak apalah, tapi memang itu yang sebenarnya, nilai lebih dari hati adalah karena dia adalah tempat dari niat kita, tempat yang tersembunyi untuk menyimpan segalanya yang mana hanya kita dan Allah yang tahu. kalau bicara ke ranah pahala, sumber pahala itu ya hati itu, karena tanpa niat didalamnya, semuanya bukan berarti apa-apa. Jadi jika berbuat baik, jangan sungkan diniatkan sebanyak-banyaknya, kalau mau berbuat buruk, tetap yakinkan dalam hati kalau itu perbuatan buruk yang tidak disukai Sang Pembuat Hati.

Hati adalah tempat menambang beribu-ribu pahala, maka disana pulalah iblis yang bertugas menyesatkan anak cucu adam menyusup dan membisikkan dengan halus sesuatu yang bisa menyesatkan kita, yang merusak niat kita, dan membuat suasana hati kita tidak pernah tenang dan nyaman. oleh karena itu, sebagai makhluk yang tidak punya kekuatan, kita disuruh berdoa kepada Allah untuk tetap dijaga hati kita supaya membimbing perjalanan kita tetap dijalan Allah 'azza Wa Jalla.. ini ya, aku kasih tahu sebuah rahasia, sebenarnya, berdoa itu bukan kewajiban kita tapi kebutuhan kita, hak kita kepada Allah untuk meminta sesuatu, jadi jika kita tidak pernah berdoa Allah nggak rugi, tapi kita yang rugi. Lha Allah itu tidak bergantung pada makhluk, kalau semua makhluk-Nya beriman Allah tidak bertambah agung, kalau seumpama semua Makhluk-Nya ingkar Allah juga tidak berkurang keagungannya. Nha maka dari itu, jangan pernah berhenti berdoa, karena sebagai makhluk yang tidak punya kekuatan kita mau gak mau harus meminta kekuatan kepada Yang Maha Kuat. Jangan sombong dan sok sok-an kuat deh.. :D

Kembali ke hati, uraian diatas itu tadi sedikit tentang hati kita yang sebenarnya lebih luas dari samudera, dan lebih dalam dari palung laut yang paling dalam, masih banyak lagi rahasia hati yang perlu kita ketahui untuk ketenangan dan ketentraman hidup kita sebelum dan sesudah meninggal. Maka dari itu, mari kita benar-benar jaga kemurnian hati kita dari segala bentuk tipu daya iblis dengan cara berdoa, berikhtiar, bertaqwa, dan bertawakal kepada Sang Maha Pembolak-balik Hati.

Waba'du, Dari hatilahlah kita mendapat Ridha Allah dan dari hati pulalah kita bisa mendapat Laknat Allah..

Akhirulkalam, mari kita bersama-sama berdoa : yaa muqallibal qulub tsabbit Qalbina 'ala dinik wa 'ala tha'atik.. Amiin.

Depok, 10 Maret 2013

Comments

Popular posts from this blog

Ketua Angkatan Namanya

Jika kau pernah kuliah atau sekarang sedang kuliah, pasti kau tahu jabatan yang diberi nama “ketua angkatan” ini. memang sih jabatan ini tak setenar ketua BEM, Ketua DPM, atau Ketua lembaga lainnya. Jabatan ini hanya jabatan kultural yang tugas dan wewenangnya tidak tertulis dimanapun, tidak di AD/ART, Preambul, atau undang-undang IKM. akan tetapi jabatan ini akan sangat penting ketika sebuah angkatan mengadakan acara yang tidak punya panitia, atau ketika ada permasalahan yang terjadi. Jabatan yang tidak punya tugas dan wewenang secara tertulis ini menurut saya hanya sebatas abdi, kawulo yang bertugas melayani orang-orang diangkatannya. namanya juga jabatan kultural, ya nggak pernahlah disuruh ngasih sambutan atau tanda tangan seperti ketua lembaga. Tapi jika kita menengok tugas yang di emban oleh mereka yang tidak tertulis itu sangat berat (bagi yang mau mikir). Ya nggak berat gimana, ketua angkatan bertanggung jawab atas angkatannya, jika ada tugas angkatan dia, jika ada permasalah...

Demi Indonesia! : sebuah renungan

Desiran angin berusaha menghempas tubuh yang bagai kerangka berjalan ini, ia memang mampu mnggoyangkan rumput dan menerbangkan sampah yang ada, tapi tidak untuk tubuh ini, mungkin hanya baju yang menempel pada tubuh ini yang agak berkibas. Aku terus berjalan menyusuri jalan setapak menuju halte bis kuning yang berjarak sekitar 200 meter. Ya, seperti biasa hari ini aku pergi ke kampus untuk melanjutkan kewajibanku belajar.Tak perlu waktu lama untuk langkah kaki ini membawaku sampai ke halte. Aku duduk disamping anak kecil penjual koran, mungkin sudah menjadi pemandangan yang biasa diantara kita duduk anak kecil lusuh penjual koran atau tisu. Akan tetapi entah kenapa aku merasakan suatu hal yang berbeda sekarang ketika menatapnya, bayanganku kembali ke satu minggu yang lalu, ke sebuah acara besar yang digagas oleh BEM MIPA UI yaitu MUN (Mipa Untuk Negeri ) 2012, dan salah satu acaranya adalah KIMI ( konfernsi Ilmuwan Muda Indonesia) yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai pe...

Bayang Malam

Bayang malam mulai menghakimiku, Ia merasuk dalam setiap jengkal gelap yang ditemukan, Entah dalam pendaran cahaya bintang, Hingga bilik-bilik hati yang kerontang. Aku menanjak dan melihat beringasnya, Mencengkram setiap lentera yang ada disudut-sudut nadi, Mencoba mencari jalan ke kerongkongan, unuk keluar sebagai hembusan, tidak, sebagai semburan api amarahnya, Namun, limbung raga tak mampu goyahkan jiwa, Ia masih tetap menari bersama nurani, berdansa mesra, Mengikuti melodi-melodi permai yang dari tadi terdendang, Manis, Di pojok taman yang yang tak terekam bayang. Aku tetap masih berdiri, bersiap menulis lagi pada kehidupan yang putih, seperti sikap lembar putih tadi pagi, ia tetap putih, bersih, sebersih daun yang terbasuh embun pagi..