Skip to main content

Berbicara dengan Tuhan #32

sudah aku rasakan,
apa yang sebenarnya tak ingin aku rasakan,
ramadhan hampir berakhir,
tapi layaknya penambang malas,
aku tak menambang bijih bijih mineral berkah itu,
malah pamer dan terus memaksiatkan diri,
layaknya menemukan oase di padang pasir,
lalu aku sibuk membanggakannya pada semua orang,
lalu ketika sadar bahwa aku haus,
aku mendekati oase itu lagi,
dan ternyata air sudah kering,

oh,, ramadhan,
bolehah aku berjumpa lagi denganmu,
kini pintu maksiat sudah siap dibuka lebar lagi,
pintu hubbuddunya sudah lepas penghalangnya,
tinggal menunggu waktu untuk terbuka dan aku memasukinya,
lalu?
bekal apa yang aku punya?

oh Tuhan,
ramadhan ini sepertinya aku sangat buruk,
tak lebih baik dari ramadhan-ramadhan sebelumnya,
maukah Engkau memberikan ghirrah ramadhan pada setiap bulanmu?
dua belas bulan dalam satu tahun-Mu
hingga aku benar-benar tunduk pada-Mu,
tunduk pada kuasa sang Perkasa,
tak lagi memberhalakan lainnya,

Tuhan,
dipenghujung ramadhan ini aku berdoa,
semoga bulan-bulan esok lebih baik dari ramadhan ini,
semoga berkah ramadhan selalu ada dalam hati yang fakir ini,
semoga Engkau memberi kekuatan untukku beribadah seperti yang Kau perintahkan,
karena sesungguhnya Engkaulah Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
aamiin..

Comments

Popular posts from this blog

Ketua Angkatan Namanya

Jika kau pernah kuliah atau sekarang sedang kuliah, pasti kau tahu jabatan yang diberi nama “ketua angkatan” ini. memang sih jabatan ini tak setenar ketua BEM, Ketua DPM, atau Ketua lembaga lainnya. Jabatan ini hanya jabatan kultural yang tugas dan wewenangnya tidak tertulis dimanapun, tidak di AD/ART, Preambul, atau undang-undang IKM. akan tetapi jabatan ini akan sangat penting ketika sebuah angkatan mengadakan acara yang tidak punya panitia, atau ketika ada permasalahan yang terjadi. Jabatan yang tidak punya tugas dan wewenang secara tertulis ini menurut saya hanya sebatas abdi, kawulo yang bertugas melayani orang-orang diangkatannya. namanya juga jabatan kultural, ya nggak pernahlah disuruh ngasih sambutan atau tanda tangan seperti ketua lembaga. Tapi jika kita menengok tugas yang di emban oleh mereka yang tidak tertulis itu sangat berat (bagi yang mau mikir). Ya nggak berat gimana, ketua angkatan bertanggung jawab atas angkatannya, jika ada tugas angkatan dia, jika ada permasalah...

Demi Indonesia! : sebuah renungan

Desiran angin berusaha menghempas tubuh yang bagai kerangka berjalan ini, ia memang mampu mnggoyangkan rumput dan menerbangkan sampah yang ada, tapi tidak untuk tubuh ini, mungkin hanya baju yang menempel pada tubuh ini yang agak berkibas. Aku terus berjalan menyusuri jalan setapak menuju halte bis kuning yang berjarak sekitar 200 meter. Ya, seperti biasa hari ini aku pergi ke kampus untuk melanjutkan kewajibanku belajar.Tak perlu waktu lama untuk langkah kaki ini membawaku sampai ke halte. Aku duduk disamping anak kecil penjual koran, mungkin sudah menjadi pemandangan yang biasa diantara kita duduk anak kecil lusuh penjual koran atau tisu. Akan tetapi entah kenapa aku merasakan suatu hal yang berbeda sekarang ketika menatapnya, bayanganku kembali ke satu minggu yang lalu, ke sebuah acara besar yang digagas oleh BEM MIPA UI yaitu MUN (Mipa Untuk Negeri ) 2012, dan salah satu acaranya adalah KIMI ( konfernsi Ilmuwan Muda Indonesia) yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai pe...

Bayang Malam

Bayang malam mulai menghakimiku, Ia merasuk dalam setiap jengkal gelap yang ditemukan, Entah dalam pendaran cahaya bintang, Hingga bilik-bilik hati yang kerontang. Aku menanjak dan melihat beringasnya, Mencengkram setiap lentera yang ada disudut-sudut nadi, Mencoba mencari jalan ke kerongkongan, unuk keluar sebagai hembusan, tidak, sebagai semburan api amarahnya, Namun, limbung raga tak mampu goyahkan jiwa, Ia masih tetap menari bersama nurani, berdansa mesra, Mengikuti melodi-melodi permai yang dari tadi terdendang, Manis, Di pojok taman yang yang tak terekam bayang. Aku tetap masih berdiri, bersiap menulis lagi pada kehidupan yang putih, seperti sikap lembar putih tadi pagi, ia tetap putih, bersih, sebersih daun yang terbasuh embun pagi..