Skip to main content

Lorong Poisson


saat kejadian itu masuk dalam lingkar poisson
sedikit berjalan setelah melewati binomial
disitu dia mencari tahu lagi
letak dimana dia mengerti
akan cahaya yang tiba - tiba lari dalam lorong lorong diskrit

dia tak mecoba melihat tabelnya
dia terus menganalisa probabilitasnya
ia tahu ia akan keluar
dan menemukan cahaya sebelum lari ke lorong-lorong kontinyu yang tak berujung

disaat jalan frekuensi tak lagi bersahabat
lamda tak lagi melambangkan kejujuran
dan bilangan euler mencoba meronta dari stagnansi
semua berguncang,
mengguncang tubuhnya yang lemah.

lari..
terus berlari
dia terus mengangkat kakinya untuk berlari
tak peduli guncangan-guncangan dalam jiwanya
hanya sedikit terpicing mata
untuk terus mencari cahaya yang meninggalkannya sore itu

hingga tiba-tiba
kegelapan dilorong poisson itu melela
pergi,
dan sekarang semua tinggal terang benderang,
semakin susah cahaya itu dicarinya.

gmbar dari sini : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1aweN6oxkgZeZF3EqnWHfGTXi7yW5mvh9VnwPjChi37jtjelEzy1lFvEMj9n0fpTRifFNFmpkPEItyUvhyFt-UCs33oTmrUCHdjVWkdCQ2V0FFILpJ0ivd4iGHVwMaVwV2iyg_fis9-8/s400/lens_flare08.jpg

Comments

Popular posts from this blog

Ketua Angkatan Namanya

Jika kau pernah kuliah atau sekarang sedang kuliah, pasti kau tahu jabatan yang diberi nama “ketua angkatan” ini. memang sih jabatan ini tak setenar ketua BEM, Ketua DPM, atau Ketua lembaga lainnya. Jabatan ini hanya jabatan kultural yang tugas dan wewenangnya tidak tertulis dimanapun, tidak di AD/ART, Preambul, atau undang-undang IKM. akan tetapi jabatan ini akan sangat penting ketika sebuah angkatan mengadakan acara yang tidak punya panitia, atau ketika ada permasalahan yang terjadi. Jabatan yang tidak punya tugas dan wewenang secara tertulis ini menurut saya hanya sebatas abdi, kawulo yang bertugas melayani orang-orang diangkatannya. namanya juga jabatan kultural, ya nggak pernahlah disuruh ngasih sambutan atau tanda tangan seperti ketua lembaga. Tapi jika kita menengok tugas yang di emban oleh mereka yang tidak tertulis itu sangat berat (bagi yang mau mikir). Ya nggak berat gimana, ketua angkatan bertanggung jawab atas angkatannya, jika ada tugas angkatan dia, jika ada permasalah...

Demi Indonesia! : sebuah renungan

Desiran angin berusaha menghempas tubuh yang bagai kerangka berjalan ini, ia memang mampu mnggoyangkan rumput dan menerbangkan sampah yang ada, tapi tidak untuk tubuh ini, mungkin hanya baju yang menempel pada tubuh ini yang agak berkibas. Aku terus berjalan menyusuri jalan setapak menuju halte bis kuning yang berjarak sekitar 200 meter. Ya, seperti biasa hari ini aku pergi ke kampus untuk melanjutkan kewajibanku belajar.Tak perlu waktu lama untuk langkah kaki ini membawaku sampai ke halte. Aku duduk disamping anak kecil penjual koran, mungkin sudah menjadi pemandangan yang biasa diantara kita duduk anak kecil lusuh penjual koran atau tisu. Akan tetapi entah kenapa aku merasakan suatu hal yang berbeda sekarang ketika menatapnya, bayanganku kembali ke satu minggu yang lalu, ke sebuah acara besar yang digagas oleh BEM MIPA UI yaitu MUN (Mipa Untuk Negeri ) 2012, dan salah satu acaranya adalah KIMI ( konfernsi Ilmuwan Muda Indonesia) yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai pe...

Bayang Malam

Bayang malam mulai menghakimiku, Ia merasuk dalam setiap jengkal gelap yang ditemukan, Entah dalam pendaran cahaya bintang, Hingga bilik-bilik hati yang kerontang. Aku menanjak dan melihat beringasnya, Mencengkram setiap lentera yang ada disudut-sudut nadi, Mencoba mencari jalan ke kerongkongan, unuk keluar sebagai hembusan, tidak, sebagai semburan api amarahnya, Namun, limbung raga tak mampu goyahkan jiwa, Ia masih tetap menari bersama nurani, berdansa mesra, Mengikuti melodi-melodi permai yang dari tadi terdendang, Manis, Di pojok taman yang yang tak terekam bayang. Aku tetap masih berdiri, bersiap menulis lagi pada kehidupan yang putih, seperti sikap lembar putih tadi pagi, ia tetap putih, bersih, sebersih daun yang terbasuh embun pagi..