Skip to main content

Seperti Mayat hidup

lembaran ini lama kosong,
lembaran ini lama tak ku coret,
semua terbias oleh kejadian-kejadian yang aku sendiri tak tahu maknanya,
mungkin akhir-akhir ini aku seperti mayat hidup,
berjalan, dan berjalan tanpa tahu arah
bekerja dan bekerja tanpa tahu tujuan
ya semua hanya aku lakukan untuk memenuhi kewajiban
memenuhi tuntuan, memenuhi ekspektasi orang dan memenuhi keinginan pasar
aku tak pernah akhir-akhir ini bergerak dengan hati
atau paling tidak dengan hasrat
seperti gigi yang sakit, syarafnya setengah mati setengah hidup
tapi meninggalkan rasa sakit yang membuat semua badan malas bergerak.

aku seperti ingin lari dari semua ini, tapi tak tahu kemana
aku seperti ingin berbagi, tapi tak tahu dengan siapa
aku seperti ingin mencari, tapi tak tahu mencari apa,
sekali lagi aku seperti mayat hidup
yang bergerak tapi tak punya hasrat apapun.

banyak cerita sebenarnya
banyak lawak sebenarnya
banya tangis sebenarnya
banyak rindu terbuncah sebenarnya,
tapi ya cuma sesaat,
seaat aku mendengar,
sesaat aku bercerita
sesaat aku tertawa
sesaat aku menangis
sesaat aku merenung
tak pernah lama,
karena hati tak lagi mau mengerti.

lalu setelah halaman ini tercoret,
oleh tinta yang tak pernah diketahui dan "muspro".
lalu apa??

depok, 19 maret 2014

Comments

  1. lalu kejadian kejadian yang kau ceritakan itu berulang kembali

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Ketua Angkatan Namanya

Jika kau pernah kuliah atau sekarang sedang kuliah, pasti kau tahu jabatan yang diberi nama “ketua angkatan” ini. memang sih jabatan ini tak setenar ketua BEM, Ketua DPM, atau Ketua lembaga lainnya. Jabatan ini hanya jabatan kultural yang tugas dan wewenangnya tidak tertulis dimanapun, tidak di AD/ART, Preambul, atau undang-undang IKM. akan tetapi jabatan ini akan sangat penting ketika sebuah angkatan mengadakan acara yang tidak punya panitia, atau ketika ada permasalahan yang terjadi. Jabatan yang tidak punya tugas dan wewenang secara tertulis ini menurut saya hanya sebatas abdi, kawulo yang bertugas melayani orang-orang diangkatannya. namanya juga jabatan kultural, ya nggak pernahlah disuruh ngasih sambutan atau tanda tangan seperti ketua lembaga. Tapi jika kita menengok tugas yang di emban oleh mereka yang tidak tertulis itu sangat berat (bagi yang mau mikir). Ya nggak berat gimana, ketua angkatan bertanggung jawab atas angkatannya, jika ada tugas angkatan dia, jika ada permasalah...

Demi Indonesia! : sebuah renungan

Desiran angin berusaha menghempas tubuh yang bagai kerangka berjalan ini, ia memang mampu mnggoyangkan rumput dan menerbangkan sampah yang ada, tapi tidak untuk tubuh ini, mungkin hanya baju yang menempel pada tubuh ini yang agak berkibas. Aku terus berjalan menyusuri jalan setapak menuju halte bis kuning yang berjarak sekitar 200 meter. Ya, seperti biasa hari ini aku pergi ke kampus untuk melanjutkan kewajibanku belajar.Tak perlu waktu lama untuk langkah kaki ini membawaku sampai ke halte. Aku duduk disamping anak kecil penjual koran, mungkin sudah menjadi pemandangan yang biasa diantara kita duduk anak kecil lusuh penjual koran atau tisu. Akan tetapi entah kenapa aku merasakan suatu hal yang berbeda sekarang ketika menatapnya, bayanganku kembali ke satu minggu yang lalu, ke sebuah acara besar yang digagas oleh BEM MIPA UI yaitu MUN (Mipa Untuk Negeri ) 2012, dan salah satu acaranya adalah KIMI ( konfernsi Ilmuwan Muda Indonesia) yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai pe...

Bayang Malam

Bayang malam mulai menghakimiku, Ia merasuk dalam setiap jengkal gelap yang ditemukan, Entah dalam pendaran cahaya bintang, Hingga bilik-bilik hati yang kerontang. Aku menanjak dan melihat beringasnya, Mencengkram setiap lentera yang ada disudut-sudut nadi, Mencoba mencari jalan ke kerongkongan, unuk keluar sebagai hembusan, tidak, sebagai semburan api amarahnya, Namun, limbung raga tak mampu goyahkan jiwa, Ia masih tetap menari bersama nurani, berdansa mesra, Mengikuti melodi-melodi permai yang dari tadi terdendang, Manis, Di pojok taman yang yang tak terekam bayang. Aku tetap masih berdiri, bersiap menulis lagi pada kehidupan yang putih, seperti sikap lembar putih tadi pagi, ia tetap putih, bersih, sebersih daun yang terbasuh embun pagi..