Skip to main content

Posts

Tiba

tiba tiba hati berbicara : " Le, mbok kamu itu yang tatag jadi orang Akal bicara : "le mbok kamu itu mikir sek pener dadi orang" tangan bicara : "Le, tumindakmu itu mbok ya dibenahi" Kaki bicara : "Le, nek melangkah iku sek pasti, jangan ragu-ragu" lalu tiba-tiba mulut bicara : " Le, karang menungso mono ya" Tiba-tiba Semua tertawa.

Taman Bunga

hari ini aku tersadar, sudah banyak sekali bunga yang aku tanam di taman samping rumah, aku yang memang suka enghias taman ini dengan bunga,selalu tertarik untuk terus menambah jenis bunga yang berbeda-beda untuk aku tanam dan aku manjakan dengan perhatian setiap waktu. mereka aku sirami, mereka aku rawat dan tak lupa juga aku beri pupuk. ketika mereka semua mekar, maka berbunga-bunga pulalah hatiku. tapi kadang saat mereka mulai layu aku merasa sangat sedih, karena aku akan kehilanga dia sebenetar lagi, walaupun diujung sana, ada lagi bunga yang mekar dengan indahnya. salah satu hal yang baru aku sadari sebagai seorang pecinta bunga, bahwa hidup harus terus berjalan. umur bunga yang mekar itu sebentar. dan sekali lagi aku harus belajar keikhlasan. merawat bunga menjadi kegiatanku setelah aku mulai jenuh merawat diriku sendiri. aku merawat mereka untuk bisa aku lihat mekarnya yang indah dan menawan. aku nikmati mereka sambil menyambut sore yang menyingsing. aah, bayangan yang sangat i...

Surat untuk Cholilullah

Assalamu'alaikum hati yang tenang, kaifal khaluk ya Cholilulloh? lama mungkin aku yang munafik dan rendah ini tak menyapa engkau, terlalu banyak urusan dunia yang membuatku, hamba sahaya ini lupa untuk menyapamu walau hanya dalam bentuk wirid. kiriman fatihah-fatiha juga semua tawassul yang dulu diajarkan oleh pecintamu yang sejati telah terkikis oleh lingkungan dan arogansi yang tak terbendung lagi dalam hati lemah yang ku punya ini. Sudah sangat lama sepertinya, hingga hatiku benar-benar gersang dan tak dapat merasa peka, dan sudah terlalu banyak sepertinya maksiat menutup kejernihan hati, titik itu tak lagi kecil, titik hitam itu sudah berubah jadi kerak yang keras dalam hati ini, wahai kekasih Allah. aku seperti tak kenal waktu lagi. loncat sana loncat sini, logika sana logika sini, mikir itu mikir ini, sudah layaknya filsuf gagal berlogika saja. ah, malu aku sebenarnya menulis surat ini. tak hanya itu, aku juga sering pusing sekarang, karena kepalaku sudah mengurangi s...

manusia?

aku rindu pada kepedulian yang mulai hilang, seperti dermaga sepi kali ini, sudah banyak karang alami telah dihancurkan, tinggal yang palsu sesuai kebutuhan. aku mulai menangis melihat kemanusiaan jadi barang yang bisa ditawar dirumah sakit sudah seperti pasar kemanusiaan saja, nyawa bisa jadi tawar menawar harga. lalu aku diam pada tiap jengkal langkah dan terus diam tak peduli ada yang membutuhkan pertolongan, karena sibuk memikirkan pertolongan yang ada dalam fikiran lalu, apakah saya manusia?

Singkat

Ada yang harus kau ketahui sekarang Bahwa singkat itu dimana mana Hidup ini singkat Marah itu singkat Senyum itu singkat Sedih itu singkat Senang itu singkat Menangis itu singkat Tertawa itu singkat Kamu itu singkat Aku itu singkat Langkah itu singkat Semua itu singkat Hanya hati yang berbagi Yang tak pernah mengenal Singkat.

Ilalang malam

Aku melihatnya Dipekat malam.. Tak seperti biasa Ilalang-ilalang itu menari gemulai Diiringi cahaya pekat sang malam Yang banyak orang menamakannya gelap Mereka menari bersama angin malam Merasuk pada hati Memberi warna Tapi hitam Walau tak mutlak Cerita gembira di padang siang tadi Tertutup tirai Yang banyak orang menamakannya siklus Semua agaknya berganti Sesuai tirai mana yang sedang ingin melebar Aku tertegun Bukan kagum Tapi melamun Melihat semua sekarang mulai nampak Bahwa berubah itu berjalan Bukan pada setapak, Tapi pada pinggir padang ilalang Di malam hari Yang kata banyak orang gelap.

Seperti Mayat hidup

lembaran ini lama kosong, lembaran ini lama tak ku coret, semua terbias oleh kejadian-kejadian yang aku sendiri tak tahu maknanya, mungkin akhir-akhir ini aku seperti mayat hidup, berjalan, dan berjalan tanpa tahu arah bekerja dan bekerja tanpa tahu tujuan ya semua hanya aku lakukan untuk memenuhi kewajiban memenuhi tuntuan, memenuhi ekspektasi orang dan memenuhi keinginan pasar aku tak pernah akhir-akhir ini bergerak dengan hati atau paling tidak dengan hasrat seperti gigi yang sakit, syarafnya setengah mati setengah hidup tapi meninggalkan rasa sakit yang membuat semua badan malas bergerak. aku seperti ingin lari dari semua ini, tapi tak tahu kemana aku seperti ingin berbagi, tapi tak tahu dengan siapa aku seperti ingin mencari, tapi tak tahu mencari apa, sekali lagi aku seperti mayat hidup yang bergerak tapi tak punya hasrat apapun. banyak cerita sebenarnya banyak lawak sebenarnya banya tangis sebenarnya banyak rindu terbuncah sebenarnya, tapi ya cuma sesaat, ...